Ukuran-ukuran Demografi

1. Jumlah/bilangan absolut : sering digunakan dalam analisis demografi. Misalnya, menurut hasil sementara SP 2000, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 203,5 juta orang. Bilangan absolut ini kemudian dikembangkan menjadi bilangan relatif agar lebih mudah dianalisis.

2. Rasio : menyatakan suatu jumlah dalam perbandingan terhadap jumlah lainnya.  Dengan kata lain merupakan perbandingan antara dua bilangandan dapat dinyatakan dalam persepuluh, perseratus, atau perseribu.

  • Rasio jenis kelamin adalah perbandingan/imbangan antara jumlah penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu. Rasio jenis kelamin Indonesia tahun 2000 dari angka sementara SP 2000 adalah:

atau apabila dinyatakan dalam perseratus adalah 99,78 laki-laki per 100 perempuan.

  • Rasio jenis kelamin menurut umur

Keterangan :
SRi = rasio jenis kelamin pada umur atau golongan umur i
tahun.
Mi = jumlah penduduk laki-laki pada umur atau golongan umur i
tahun.
Fi = jumlah penduduk perempuan pada umur atau golongan umur i
tahun.
k = konstanta, biasanya nilainya 100.

  • Rasio menurut jenis kelamin kelahiran (Sex Ratio at Birth = SRB)

Keterangan :
SRB = rasio jenis kelamin kelahiran
BM = kelahiran bayi laki-laki
BF = jumlah kelahiran bayi perempuan
k = konstanta (umumnya nilainya 100)

  • Rasio Anak Perempuan (Child Women Ratio = CWR)

Keterangan :
CWR = Rasio Anak Perempuan
P(0-4) = jumlah penduduk usia di bawah 5 tahun
Pf(15-49) = jumlah penduduk perempuan usia 15-49 tahun
k = angka konstanta, dalam rumus ini biasanya bernilai 1000

  • Rasio Beban Tanggungan (Dependency Ratio = DR)

  • Kepadatan penduduk (Man Land Ratio)

– Kepadatan Penduduk Kasar, adalah banyaknya penduduk per satuan luas.

– Kepadatan Penduduk Fisiologis ialah jumlah penduduk tiap kilometer persegi lahan pertanian. Rumus :

– Kepadatan Penduduk Agraris adalah jumlah penduduk petani tip-tiap kilometer persegi lahan pertanian.

3. Rate/angka/tingkat : jumlah peristiwa/kejadian disbanding dengan jumlah penduduk yang mengandung resiko peristiwa tersebut, angka ini merupakan suatu bentuk khusus dari rasio. Misalnya angka kelahiran pada tahun 1980 adalah 35 kelahiran hidup per 1000 penduduk Indonesia. Angka ini memberikan gambaran umum tentang keadaan peristiwa demografis (kelahiran) pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan peristiwa demografis, diperlukan dua angka dari wilayah yang sama tetapi waktunya berlainan (misalnya, angka kelahiran Indonesia tahun 1971 adalah 44 per 1000 dan tahun 1980 adalah 35 per 1000).

Ada dua macam angka yaitu :
a) angka kasar, yaitu angka yang dipakai untuk menghitung peristiwa demografis penduduk total, termasuk penduduk yang tidak menanggung riiko peristiwa ddemografi tersebut. Misalnya Angka Kelahiran Kasar (CBR = Crude Death Rate).
b) angka spesifik, yaitu angka yang dipakai untuk menghitung peristiwa demografis penduduk yang menanggung risiko peristiwa demografi tersebut. Misalnya Angka Fertilitas Menurut Umur (ASFR = Age Spesifik Fertility Rate).

4. Proporsi : menyatakan suatu perbandingan antara dua bilangan, dimana pembilangnya merupakan bagian dari penyebut , Apabila proporsi dinyatakan dalam perseratus, dikenal dengan nama persen.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: