ANKEP “Decision Tree”

“Decision Tree”

Oleh:                   Mulkan               140610060063

KASUS :

Dengan mempertimbangkan pertumbuhannya, perusahaan saat ini melakukan pengetatan modal kerjanya. semuanya dengan jumlah cash flow perusahaan. Analisis seksama dari data menunjukkan bahwa 25% kenaikan penjualan akan mengakibatkan pengeluaran 350 juta untuk peralatan baru sebaliknya 325 juta untuk kerja lembur. Analisis sejenis menunjukkan 5% penurunan penjualan akan menimbulkan biaya 200 juta untuk pembelian peralatan baru dan 280 juta untuk alternatif kerja lembur. jelas terlihat bahwa jika penjualan naik, keputusan mengambil peralatan baru akan menjadi solusi terbaik. Peluang kenaikan penjualan 2x lebih besar dari penurunannya. Bagaimanapun, jika penjualan turun dan memperberat beban kepada perusahaan, daripada memberlakukan kebijakan lembur. Manajemen tidak perlu berhenti dengan kebijakan tersebut dalam satu tahun saja, tapi juga perlu melihat untuk beberapa tahun ke depan. Setelah manajemen mempelajari data penjualan, diperoleh keyakinan bahwa meski jika penjualan turun 5% pada tahun pertama peluang bahwa sales akan naik 25% pada tahun kedua 0,8. Peluang bahwa penjualan akan naik pada tahun kedua sebesar 12,5% adalah 0,2 meskipun penjualan pada tahun pertama menurun. Manajemen setuju bahwa jika penjualan naik sebesar 25% pada tahun pertama akan ada peluang 50:50 bahwa mereka akan mengalami kenaikan lebih lanjut pada tahun kedua, baik untuk 25% maupun 12,5%

Analisis kemungkinan dengan Decision Tree!!

PENYELESAIAN :

Kebijakan P(Tahun I) P(Tahun II) P(X) P(X=x) Cost E(X=x) Total
0.5 0.666666667 0.5 P(1) 0.166666667 350000000 58333333.33
0.5 P(2) 0.166666667 350000000 58333333.33
0.333333333 0.8 P(3) 0.133333333 200000000 26666666.67
0.2 P(4) 0.033333333 200000000 6666666.667 150000000
0.5 0.666666667 0.5 P(5) 0.166666667 325000000 54166666.67
0.5 P(6) 0.166666667 325000000 54166666.67
0.333333333 0.8 P(7) 0.133333333 280000000 37333333.33
0.2 P(8) 0.033333333 280000000 9333333.333 155000000

KESIMPULAN :

Berdasarkan perhitungan di atas ternyata benar bahwa kebijakan perusahaan untuk membeli mesin baru dinilai lebih baik daripada memberlakukan kebijakan lembur, karena biaya yang dikeluarkan untuk membeli mesin baru lebih murah (selisih sebesar Rp. 5.000.000,-). Disamping itu, P(4) = Kebijakan membeli mesin baru dan sales turun 5% pada tahun pertama dan sales naik 12.5% pada tahun kedua adalah yang paling menguntungkan karena cost yang dibutuhkan sangat rendah, yakni sekitar Rp. 6.666.666,- .

1 Comment

  1. 26 June 2013 at 04:04

    This sitemap can be submitted to major search engines.
    Updating your website frequently helps build
    your visitor retention, page ranking, and revenue potential.
    This will most certainly increase your chances of conversion.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: