Analisis Konjoin

Analisis konjoin adalah suatu teknik analisis yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan relatif berdasarkan persepsi pelanggan yang dibawa oleh suatu produk tertentu dan nilai kegunaan yang muncul dari atribut-atribut produk terkait. Untuk menentukan strategi pemasaran, analisis conjoint ini tepat dan baik. Bahkan pada tataran yang lebih tinggi bisa dipakai untuk segmentasi pasar berdasarkan preferensi konsumen terhadap atribut produk yang dipilihnya. Filosofi dari teknik analisis ini ialah setiap stimulus apa saja yang bisa berupa produk, merek atau barang yang dijual dipasar akan dievaluasi oleh konsumen sebagai suatu kumpulan atribut-atribut tertentu. Oleh karena itu, teknik ini sangat bermanfaat dalam pemasaran untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap suatu produk yang diluncurkan di pasar.
Dalam pemasaran teknik analisis conjoint biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut :
1) Menentukan tingkat kepentingan relatif atribut-atribut pada proses pemilihan yang dilakukan oleh konsumen.
2) Membuat estimasi pangsa pasar suatu produk tertentu yang berbeda tingkat atributnya.
3) Untuk menentukan komposisi produk yang paling disukai oleh konsumen.

4) Untuk membuat segmentasi pasar yang didasarkan pada kemiripan preferensi terhadap tingkat-tingkat atribut.

Manfaat yang dapat diambil dari penggunaan analisis konjoin ini adalah produsen dapat mencari solusi kompromi yang optimal dalam merancang atau mengembangkan suatu produk.

Menurut Green & Krieger (1991) analisis ini dapat juga dimanfaatkan untuk:

1) Merancang harga

2) Memprediksi tingkat penjualan atau penggunaan produk (market share), uji coba konsep produk baru.

3) Segmentasi preferensi

4) Merancang strategi promosi

Tahapan yang umumnya dilakukan dalam merancang dan melaksanakan analisis konjoin secara umum adalah sebagai berikut :

a. Merumuskan Masalah

b. Mengkonstruksi Stimulus

c. Menentukan Bentuk Data Input

d. Membuat Prosedur Analisa Konjoin

e. Menafsir Hasilnya

f. Menguji Reliabilitas dan Validitas

Contoh Kasus

Sebuah pabrik jam tangan sedang mengembangkan produk jam tangan baru. Sebelum meluncurkan produk baru tersebut, divisi pemasaan melakukan riset untuk mengetahui seperti apakah desain produk yang diminati oleh konsumen, dimana target pasar yang dibidik adalah kelas menengah. Menurut focus group disscussion yang dilakukan oleh divisi marketing, ‘diminati’ disini dapat diartikan bahwa konsumen memiliki preferensi tertentu terhadap suatu produk. Sebuah produk tidak hanya terdiri dari komponen-komponen fisik penyusunnya, namun lebih merupakan kumpulan dari berbagai atribut yang sering menjadi faktor penentu bagi konsumen dalam memilih produk. Untuk produk jam tangan misalnya atribut yang mungkin menjadi faktor penentunya adalah harga, bentuk, design, warna, bahan dasar, dsb.

Awalnya Div. Marketing melakukan riset kecil berupa penyebaran kuisioner kepada pelanggan untuk mengetahui penting tidaknya suatu atribut beserta tarafnya. Namun yang terjadi adalah responden menjawab bahwa semua atribut yang ditawarkan adalah “penting”. Hal ini menyebabkan timbulnya konflik antar kepentingan (preference) konsumen dengan produsen serta keterbatasan sumber daya produsen untuk memuaskan seluruh preferensi konsumen.

Oleh Karena itu untuk mengembangkan suatu produk yang diminati konsumen dalam upaya pemenuhan kepuasannya dengan tetap memperhatikan kepentingan produsen sebagai suatu pertimbangan keuntungan tertentu, diperlukan bentuk produk yang merupakan hasil kompromi antara preferensi konsumen dengan kepentingan produsen. Sebenarnya pada tingkat harga berapa produk harus dijual, design yang bagaimana yang disukai konsumen, apa bentuk produk yang paling disukai dst. Oleh karena itulah divisi marketing melakukan riset pengembangan produk dengan menggunakan analisis konjoin untuk membantu memecahkan masalah tersebut.

1 Comment

  1. ayu anastasia said,

    16 April 2010 at 18:48

    saya mau tanya,kalau penentuan stimuli dalam analisis konjoin yang saya tau menggunakan SPSS.apakah ada rumus khusus untuk menentukan junlah stimuli yang digunakan secara manual?
    mohon bantuannya.terimakasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: